PEKANBARU - Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 berlangsung khidmat di lapangan Upacara MTsN 1 Pekanbaru Selasa (25/11).Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah,Guru,Tata usaha dan ratusan siswa MTsN 1 Pekanbaru. Untuk tahun ini peringatan HUT Hari Guru dilingkungan Kementrian Agama Republik Indonesia mengangkat Tema "Merawat Semesta Dengan Cinta".
Tema ini sejalan dengan Asta kita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama.Dalam misinya para guru harus bisa menekankan pentingnya ekologi dan kurikulum berbasis cinta. Guru tidak hanya dituntut mengajarkan ilmu tetapi juga menumbuhkan kesadaran mencintai sesama dan menjaga lingkungan. Pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan generasi yang berkarakter, welas asih, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi
Dalam amanat Kemenag yang disampaikan dalam upacara HUT Hari Guru Agus Salim Tanjung S.Pd.I.,MA menyampaikan bahwa guru adalah pilar utama pembangunan pendidikan. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan yang bertanggung jawab besarnya berada di pundak guru. Sejarah dunia mencatat ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada perang dunia ke-2 yang mengakibatkan Jepang menyerah kalah tanpa syarat kepada sekutu, satu pertanyaan kaisar kepada menteri adalah berapa guru yang tersisa? Ia yakin dari tangan guru-guru yang tersisa akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang baru.
"Sejarah dunia menunjukkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang kesalahan dalam membangun sektor lain dapat diperbaiki dalam waktu singkat tetapi kesalahan dalam pendidikan akan berdampak lintas generasi. Karena itu, sistem pendidikan nasional harus disusun dengan penuh pertimbangan kecermatan, dan keutuhan fisik kebangsaan,"ujar Agus Salim memulai amanat.
"Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, kita menyadari bahwa peran guru tidak dapat digantikan. Pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan tetapi pembentukan karakter akhlak serta budi pekerti hanya manusia terdidik yang dapat mendidik manusia. Guru adalah profesi yang melahirkan profesi-profesi lainnya dari ruang kelas dan bimbingan guru lahir dokter, ulama, pemimpin masyarakat negarawan serta penerus bangsa di masa depan,"lanjutnya
Kementerian agama terus memperkuat profesionalisme dan kualitas guru melalui pelaksanaan pendidikan profesi guru (PPG) yang dijalankan secara bertahap, terukur, dan berkeadilan. Pada tahun 2023 dan 2024, total peserta PPG tercatat sebanyak 41.000 guru. Pada tahun 2025 jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 301 ribu guru, atau naik sekitar 620%. Peningkatan ini terjadi merata pada guru madrasah, guru Pendidikan agama Islam, serta guru pada bimbingan masyarakat Hindu, Buddha, Kristen dan Katolik. Ini menunjukkan bahwa seluruh guru di bawah naungan Kementerian agama memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan pengakuan profesionalisme.Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian nyata dan berkesinambungan terhadap peningkatan mutu guru sebagai pilar utama pendidikan bangsa.
"Pendidikan nasional mengamanatkan terbentuknya manusia Indonesia yang beriman bertakwa berilmu berakhlak mulia dan bertanggung jawab sebagai warga negara.Dengan demikian pendidikan tidak hanya soal kecerdasan akademik tetapi juga pembentukan karakter dan kemanusiaan. Dalam konteks ini, kepribadian guru adalah aspek yang paling menentukan keberhasilan pendidikan"urai Kepsek MTsN 1 Pekanbaru.
Pada kesempatan yang sama Kepsek MTsN 1 Pekanbaru Agus Salim S.Pd.I,. M.A menjelaskan pada media bahwa rangkaian peringatan HUT Hari Guru telah dimulai sejak seminggu yang lalu.Kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut adalah seminggu bersama guru.Selain itu juga ada tampilan dan kreasi yang dibuat oleh guru MTsN 1 Pekanbaru.Kemudian juga ada kegiatan pentas Seni, Sholawatan dan Solosong.Jadi gurulah yang menampilkan pertunjukan bagi para siswa.
"Untuk puncak kegiatan HUT Hari Guru dilaksanakan hari ini.Dimana sesuai tema tahun ini merawat Semesta Dengan Cinta.Dalam amanat Menteri Agama juga menekankan bahwa penting untuk mensukseskan program prioritas Presiden Prabowo dalam Asta Cita serta Astra Protas dari kementerian Pendidikan.Dalam Astra Protas ini ada 8 program unggulan Kementerian Agama.Dalam program tersebut adalah menyertakan guru,ungkap Kepsek.
"Jadi saat ini Kemenag menggesa agar para guru bisa terverifikasi agar bisa melaksanakan kompetensi.Hasil kompetensi ini akan mengukuhkan kelayakan seorang guru.Kemenag juga menggesa sertifikasi para guru untuk menambah pencitraan.Kedua hal ini sangat menjadi perhatian Presiden Prabowo dan Kementerian Agama,sekaligus Kekanwil Kemenag Riau,Kantor Agama dan MTSN 1 Pekanbaru.Kita selalu menindak lanjuti program prioritas tersebut,"tambah Kepsek MTsN 1 Pekanbaru
Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa selain program pembentukan karakter siswa,disiplin juga meningkatkan bidang akademik yang diakui oleh daerah bahkan hingga nasional.Peningkatan bidang akademik ini telah membuahkan hasil.Siswa MTsN berhasil meraih penghargaan dari beberapa lomba yang ditaja oleh Kementrian Pendidikan Nasional.Salah satunya adalah keberhasilan siswa MTSN 1 Pekanbaru meraih perunggu pada kejuaraan O2SN.Selain penghargaan tersebut MTSN 1 Pekanbaru juga berhasil meraih penghargaan dalam lomba Olimpiade Matematika Bahasa Indonesia.Dalam Lomba OMI yang digagas Kementerian Agama di jakarta ini siswa MTSN 1 Pekanbaru berhasil meraih Emas atau peringkat pertama.
"Prestasi dalam bidang Ilmu Pengetahuan atau Akademik,siswa juga dibarengi dengan kemampuan agama yang mampuni.MTsN 1 selalu menyeimbangkan kedua hal tersebut.Keseimbangan antara imtaq dan Imtek ini selalu diseimbangkan.Dengan begitu akan bisa menghasilkan siswa yang cerdas berkarakter,"lanjutnya
Pada hari HUT Hari Guru tahun ini Kepsek MTsN 1 Pekanbaru Berharap agar para siswa bisa selalu menjaga lingkungan sesuai tema yang diangkat.
"Menjaga lingkungan ini sangat penting.Tanpa lingkungan yang baik siswa tidak akan bisa berkarya dan mengembangkan bakatnya.Menjaga lingkungan tidak perlu dengan cara berlebihan dan lakukan sesuai kemampuan.Salah satunya dengan menjaga kebersihan sekolah.Para siswa dituntut untuk memungut sampah yang nampak.Prilaku ini terus ditanamkan dan bisa juga diimplementasikan diluar lingkungan sekolah,"terangnya
"Mencintai lingkungan juga sesuai ajaran Islam.Jadi membina kesadaran cinta lingkungan adalah sebuah karakter yang mesti dibentuk.Salah satu cara pembentukan siswa berkarakter di MTsN 1 Pekanbaru melalui program buang tong sampah.Artinya dengan tidak adanya tong sampah maka para siswa terbentuk karakter dan kesadaran bahwa tanggung jawab sampah itu Adalah tanggung jawab siswa.Ini bukan masalah sampahnya.Tapi kesadaran dan karakter yang telah terbina sehingga sadar bahwa sampah akan berdampak pada orang dan lingkungan sekitar."pungkas Agus Salim