kebohongan terus keluar dari mulut Kepsek SDN 01 Pekanbaru Salmah, Terbaru kebohongan yang disampaikan adalah soal penerimaan murid pindahan di SDN 01 kota Pekanbaru Riau.

kebohongan terus keluar dari mulut Kepsek SDN 01 Pekanbaru Salmah, Terbaru kebohongan yang disampaikan adalah soal penerimaan murid pindahan di SDN 01 kota Pekanbaru Riau.

Pekanbaru,FaktaPekanbaru-, Kebohongan demi kebohongan terus keluar dari mulut Kepsek SDN 01 Pekanbaru Salmah,  kebohongan yang disampaikannya adalah soal penerimaan murid pindahan di SDN 01 kota Pekanbaru Riau.

Dalam keterangannya pada media online,Salmah menyampaikan bahwa murid tersebut pindah tanpa sepengetahuan dirinya, Padahal sesuai regulasi,murid pindah sebelum mendapat surat dari sekolah yang menerima maka tak akan diberikan surat pindah.

Surat pindah itu sudah semestinya ditandatangani oleh Kepala sekolah selaku penanggung jawab. Selain itu saat pindah, murid sudah dipastikan akan melakukan pemindahan data pokok pendidikan (Dapodik) melalui operator sekolah.” Jadi tidak mungkin seorang guru honorer bisa menentukan diterima tidaknya murid pindahan dan mengatur seluruh administrasi tanpa sepengetahuan kepala sekolah.

Kebohongan yang ditutupi kebohongan lainnya menunjukan betapa bobroknya mental Salmah selaku Kepsek, Tanpa ragu dan bersalah Salmah menyampaikan informasi yang bisa dikatakan melakukan pembohongan publik dan juga menyesatkan.

Sampai kapan prilaku ini akan mencederai dunia pendidikan di Pekanbaru, Disdik tak bisa tinggal diam melihat dan menyaksikan mental brobrok yang dipertontonkan secara terbuka oleh Salmah selaku Kepsek SDN 01 Pekanbaru, Sampai kapan anak anak dibiarkan dibimbing oleh seseorang yang suka dan hobi berbohong seperti ini.

Seperti kita ketahui dari sebuah pemberitaan dimana Salmah telah memfitnah guru yang di pimpinnya sendiri, Dalam pemberitaan di sebuah media online Pada Selasa 16 Juni 2026 itu Salmah menyampaikan tidak mengetahui tentang anak pindah yang kini ada disekolahnya.

Dari isi media bahwa guru tersebut yang berinisial EK menerima murid pindahan tanpa sepengetahuan dari dirinya sebagai kepala sekolah bahkan Salmah menambah bumbu kebohongan tersebut dengan menyampaikan bahwa EK meminta uang sebesar 750 Ribu rupiah untuk menerima murid yang pindah dari Medan tersebut.

Padahal dalam pengaduan dari walimurid yang disampaikan pada Kabid SD Disdik Pekanbaru jelas dan terang benderang bahwa yang meminta duit itu adalah Salmah selaku kepala sekolah.Dari permintaan inilah yang membuat Salmah ditegur dan menjadi awal hingga timbulnya masalah dengan seorang awak media.

Tidak sampai di situ oknum kepsek SD negeri 01 juga memfitnah bahwa oknum EK merupakan guru titipan dari seorang dinas pendidikan kota Pekanbaru, padahal guru tersebut ( EK) masuk ke sekolah merupakan penerimaan dari dirinya sendiri sebagai guru honor.

Karena waktu itu guru di sekolah kekurang untuk mengajar di sekolah yang di pimpinnya, namun kepsek tidak bisa menerima sebagai guru honor di sekolahnya kalau tidak di ketahui oleh dinas pendidikan kota pekanbaru. “kalau EK ada kenal orang dinas lebih bagus dimintai izin ke Disdik dan ibu gampang untuk menerima EK menjadi guru di sekolah,ujar Salmah saat itu.

Dengan semangat dan memang cita cita EK untuk menjadi guru sekolah,EK pun mencoba konsultasi dengan suaminya di rumah. Dari hasil koordinasi dengan suaminya,EK membulatkan tekad untuk mengurus di Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dinas lalu menjanjikan untuk menanyakan hal tersebut ke pihak sekolah.

Tak lama setelah itu orang dinas mencoba menghubungi kepala sekolah untuk memastikan memang kekurangan guru di sekolahnya, Kepala sekolah pun memastikan bahwa SDN 01 memang kekurangan guru dan dari situ EK di terima oleh kepsek untuk mengajar.

“Jadi apa yang disampaikan kepala sekolah salmah kepada media online tidak benar, dari mana titipan dinas yang mana di sampaikan oleh kepsek tersebut.Ini satu kebohongan yang disampaikan oleh kepsek dan bentuk nyata mental Salmah selaku orang yang tak bisa dipegang perkataannya.

Sedangkan untuk penerimaan murid pindahan dari Medan untuk bersekolah di SD negeri 01 kota Pekanbaru, awak media mencoba menemui wali murid dan mendapatkan bahwa sesuai keterangan nya bahwa T hanya menanyakan syarat pindah anak untuk masuk sekolah di SD negeri tersebut dan posisi saya saat itu masih di Medan.

Dalam vidio rekaman yang didapat awak media jelas disampaikan bahwa EK tidak ada meminta uang yang di maksud oleh kepala sekolah SD negeri 01 ,malah yang meminta adalah kepala sekolah sendiri dengan uang baju 250 ribu dan administrasi sekolah 500 ribu rupiah.

Dengan tegas kepala sekolah menyampaikan di sebuah rekaman vidio yang didapat awak media bahwa itu semua sama di sekolah mana pun sama akan pasti meminta administrasi buat sekolah,tegasnya.

Tidak sampai disitu Plt. Kadisdik kota Pekanbaru Alex Kurniawan melalui Kabid SD Sardius menyampaikan akan segera datang kesekolah SD negeri 01 pada 17 /06/2026 sekira pukul 08:00 wib  melalui WhatsApp pribadinya kepada media.namun kedatangan Kabid SD ke sekolah tidak ada penyelesaian yang di lakukan oleh Kabid tersebut diduga Kabid takut dan tidak bernyali menindak oknum kepsek tersebut.sebab sampai saat ini belum ada kejelasan dari seorang kabid kepada awak media.

Jadi apa yang di tuduhkan kepada EK dipastikan itu fitnah yang sungguh kejam kepada guru dan diduga membunuh karakter guru untuk mengajar di sekolah tersebut .

Dengan kejadian ini kepala dinas pendidikan dan walikota kota Pekanbaru harus memberikan tindakan tegas kepada oknum kepala sekolah tersebut yang selalu menyebarkan fitnah kemana mana dan menggoreng kesalahan yang di buat dirinya dengan melemparkan kepada guru yang tidak mau menurut apa yang dia mau.

Lebih lanjut, kami media berharap walikota Pekanbaru dan kepala dinas pendidikan kota Pekanbaru mencopot kepala sekolah dari jabatannya,Sebab oknum kepsek ini sudah tidak layak menjadi seorang guru atau contoh bagi guru guru lainnya dan murid yang di binanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index