Sungguh Miris,RS Aulia Abaikan Pasien Keguguran dan Pendarahan.

Sungguh Miris,RS Aulia Abaikan Pasien Keguguran dan Pendarahan.

Pekanbaru,-FaktaPekanbaru-Sungguh miris melihat tingkah laku oknum medis di Rumah Sakit Aulia Pekanbaru.Bagi oknum medis ini,nyawa manusia bagai tak berarti dah lebih murah dari seekor ayam.Bagaimana mungkin petugas medis yang disumpah untuk menyelamatkan dan mengobati manusia tega melihat seorang wanita yang keguguran tanpa dirawat.

Memang benar bahwa,wanita berinisial Ay ini adalah rujukan dari sebuah Klinik daerah Tabek Gadang.Wanita ini dirujuk karena pendarahan dan keguguran.Akibat tak mampu tangani maka Klinik terpaksa merujuk ke RS Aulia.Kebetulan RS Aulia tak jauh dari klinik tersebut.Rujukan ini adalah demi menyelamatkan nyawa Ay yang keguguran saat usia kandungannya 6 bulan.Lucunya,bukan ditolong dan di rawat,Ay hanya jadi tontonan bagi tenaga medis yang bertugas di IGD.

Kejadian ini berawal saat AY bersama suaminya hendak pergi kedaerah Pasaman, Sumbar pada hari Kamis(25/6/2026).Mereka pun naik sebuah bus dengan tujuan Pasaman.Saat ditengah jalan atau tepatnya di daerah Tabek Gadang,Ay mengalami sakit perut.

Sakit yang tak tertahankan ini membuat Sopir bus berinisiatif menyuruh suami Ay untuk memeriksakan ke sebuah klinik di daerah Tabek Gadang.Disana Ay langsung disambut dan dirawat tenaga medis.Dari hasil pemeriksaan didapati bahwa Ay telah keguguran dan mengalami pendarahan yang hebat.Bahkan janin Ay telah keluar dan dinyatakan meninggal.

Pendarahan yang hebat membuat Klinik tak bisa menangani secara maksimal.Hal ini karena keterbatasan peralatan dan tenaga ahli.Klinik pun membuat rujukan ke RS a
Aulia yang terletak dijalan Soebrantas Panam atau tak jauh dari klinik.Ay lalu dilarikan ke Aulia dan langsung masuk ke Ruang UGD.

Setelah masuk ke Ruang UGD bukannya penanganan yang didapat Ay.Belum hilang rasa sakit karena kehilangan buah hati, penderitaan Ay makin diperparah oleh tingkah laku para tenaga medis Aulia.Jangankan untuk diberikan pertolongan,tenaga medis malah membiarkan Ay tanpa tindakan apapun.Dalam UGD,Ay hanya tontonan bagi tenaga medis yang bertugas malam itu.

Merasa tak mendapatkan perawatan dan diperlakukan kurang manusiawi,suami korban lalu coba menanyakan hal itu pada dokter yang bertugas.Namun jawaban yang diterima makin menyayat hati."apa yang bisa kami lakukan,pasien sudah dua jam observasi,"jawab dokter pada suami Ay.Padahal saat itu Ay sudah sangat pucat karena pendarahan.

"Kami sangat heran atas tindakan yang dilakukan oleh RS Aulia.Apa karena kami rujukan maka dikira kami tak bisa bayar.Padahal mereka juga telah bersumpah akan merawat masyarakat secara baik dan maksimal.Jika orang yang memang sudah pendarahan begini saja dibiarkan bagaimana dengan yang lain."ujar keluarga Ay.

Merasa tak akan mendapat perawatan yang berarti,akhirnya Ay di pindahkan ke Rumah Sakit lain oleh suaminya.Tindakan ini dilakukan agar pendarahan yang diterima Ay bisa dapat perawatan dan obat.

Untuk mendapat penjelasan dan keterangan yang berimbang kami pun coba mengkonfirmasi persoalan ini pada dr Surya sebagai menajemen dari RS Aulia.Dari konfirmasi yang dilakukan Media,dr Surya menyampaikan untuk menghubungi orang lain sambil memberikan no telepon karena dokter Surya lagi cuti.

"Mungkin bisa kehumas saja ya bang.Saya lagi cuti saat ini.Hubungi Yosi,ujarnya sambil mengirimkan sebuah kontak telepon.

Dari nomor Handphone yang diberikan oleh dr. Surya awak media lalu coba mengkonfirmasi persoalan ini pada Yosi.Dari beberapa pertanyaan yang disampaikan awak media,Yosi selaku humas cuma memberikan keterangan singkat

"waalaikumsallam , mohon maaf terkait informasi ini, siapakah data pasien yg di maksud pak? krna saya tidak bisa memberikan jawaban jika tidak ada data pasien nya pak,"ujar Yosi.

Awak media lalu memberikan soal waktu dan nama pasien pada Yosi.Namun setelah dua hari lebih memberikan data soal pasien tersebut,Yosi tidak ada lagi memberikan klarifikasi soal penolakan pasien keguguran dan pendarahan tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index